| sombong dan angkuh |
Pertama, malaikat mendatangi orang yang menderita kusta dan malaikat menanyainya, “Apa yang paling kamu inginkan?” Orang kusta itu menjawab, “Aku ingin wajah tampan dan kulit tubuh yang indah, dan tidak akan ada lagi sesuatu dariku yang dibenci oleh banyak orang.”
Kemudian malaikat membasuh kulit orang tersebut, dan wajahnya berubah sesuai permintaan. Malaikat menanyainya lagi, “Lantas, harta apa yang kamu inginkan?” “Unta,” jawab si Kusta. Akhirnya si kusta diberi unta hamil. Dan malaikat mendoakan semoga membawa berkah.
Yang kedua, malaikat mendatangi orang yang botak. Dan menanyainya dengan hal sama seperti si kusta. Si botak menginginkan rambut yang bagus, serta tidak ada lagi sesuatu darinya yang dibenci oleh banyak orang.
Lalu malaikat membasuh kepala si botak, dan tumbuhlah rambutnya sesuai yang diinginkan. Malaikatpun bertanya lagi, “Harta apa yang paling kamu inginkan?” “Sapi hamil,” jawab si botak. Malaikat memberikan apa yang dimintanya.
Malaikat pun mendoakan semoga harta tersebut membawa berkah. Peristiwa yang sama juga diberi kepada orang cacat yang ketiga, yaitu orang buta. Si buta menginginkan agar Allah mengembalikan penglihatannya lagi, agar dapat melihat manusia.
Kemudian, keinginannya pun dikabulkan, si buta dapat melihat seperti sebelumnya. Malaikatpun menanyainya, “Harta apa yang kamu inginkan?” “Kambing yang beranak,” jawab si buta. Permintaanpun dikabulkan.
Setelah waktu yang lama, malaikat mendatangi mereka lagi dengan menyamar sebagai sosok pria miskin. Pertama, malaikat mendatangi orang yang sebelumnya mengidap kusta.
Malaikat berkata, “Aku telah kehabisan bekal perjalanan, dan daku tidak mampu bertahan lagi kecuali mendapat pertolongan dari Allah dan kamu yang telah diberi wajah tampan dan harta. Aku minta satu ekor unta paling kecil saja untuk bekal perjalanan.”
Orang yang awalnya kusta tadi mengecoh dan menanggapinya, “Peminta itu banyak. Dan ini semua berkat warisanku yang banyak.” Akibatnya, malaikatpun mendoakan, sehingga dia kembali kusta dan miskin. Begitu juga yang terjadi pada orang yang awalnya botak.
Tetapi, tidak pada orang yang awalnya buta. Ketika malaikat mendatanginya, orang tersebut menghargai kedatangan malaikat, dan menyuruh sosok miskin tadi mengambil apa yang dia minta. Namun, sebenarnya tujuan malaikat bukan mengambil harta, karena semua hanyalah ujian dari Allah.
Hikmah yang dapat dipetik dari kisah ini adalah jangan pernah kita menyombongkan diri dengan nikmat yang kita miliki, sombong adalah salah satu sifat tercela yang sangat dibenci oleh Allah swt. Allah swt berfirman:
إِنَّ اللهَ لا يُحِبُّ مَنْ كانَ مُخْتالاً فَخُوراً
"Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri (Qs. An-Nisa: 36)
Menurut para mufassir, ayat ini adalah sebagai peringatan kepada manusia agar mereka tidak melakukan perbuatan yang tidak disukai oleh Allah swt, perbuatan sombong adalah salah satu perbuatan yang paling dibenci oleh Allah swt, sebagaimana kita dapat melihat bagaimana ancamanNya pada ayat yang lain:
*إِنَّكُمْ لَذائِقُوا الْعَذابِ الْأَليمِ
Sesungguhnya (orang-orang yang sombong) pasti akan merasakan azab yang sangat pedih. (shaffat: 38)
Ibnu Katsir dalam tafsirnya berkata:
مختالا في نفسه، معجبا متكبرا، فخورا على الناس، يرى أنه خير منهم، فهو في نفسه كبير، وهو عند الله حقير، وعند الناس بغيض.
“Kesombongan jika telah merasuk dalam diri seseorang, maka itu akan membuat ia selalu merasa besar, sehingga merasa lebih tinggi derajatnya dari orang lain, ia melihat bahwa dirinya lebih baik daripada orang lain, maka jadilah ia sombong, disisi Allah orang yang seperti ini adalah terhina, sementara disisi manusia ia adalah orang yang tidak disukai (Tafsir Ibnu Katsir, penjelasan surat An-Nisa: 6)
Penjelasan ini memberi keterangan kepada kita, bahwa salah satu penyebab utama kekacauan dalam masyarakat adalah sifat kesombongan, kesombongan menjadikan manusia merasa paling besar, menjadikan manusia merasa paling hebat, dan menjadikan mereka merasa paling benar daripada orang lain.
Inilah sifat yang merupakan awal mula kecelakaan yang paling fatal yang pernah dilakukan manusia, karena dengan itu ia akan menjadi buta, ia akan menjadi ekstrim, ia akan menjadi melakukan apapun yang ia inginkan karena menganggap bahwa ialah yang paling benar, ialah yang paling berkuasa, sehingga akibatnya melakukan tindakan yang sewenang-wenang.
Allah swt dalam banyak ayatnya telah mewanti manusia untuk jangan sekali-kali terjerumus dalam sifat kesombongan, diantaranya dalam surat Al-Isra’ ayat 37:
وَلا تَمْشِ فِي الْأَرْضِ مَرَحاً إِنَّكَ لَنْ تَخْرِقَ الْأَرْضَ وَلَنْ تَبْلُغَ الْجِبالَ طُولاً
"Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan tinggimu tidak akan sampai setinggi gunung" (Isra: 37)
Apa maksud firman Allah ketika berfirman bahwa manusia tidak akan dapat menembus bumi dan tidak akan pernah setinggi gunung? Imam Fakhrurrazi dalam tafsirnya berkata:
“Hal pertama yang perlu diperhatikan dalam ayat ini adalah Allah melarang kita menjadi manusia yang sombong, menjalani kehidupan dengan kesombongan dan keangkuhan, sebagaimana yang dikatakan salah seorang ulama yang bernama Az-Zujaj ketika mengutip ayat Al-Qur’an:
وَعِبَادُ الرحمن الذين يَمْشُونَ على الأرض هَوْناً
“Dan (diantara ciri) hamba-hamba Allah Yang Maha Pengasih itu ialah orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati” (Qs. Luqman: 63)
Maka ayat sesudahnya itu adalah penegasan dari Allah swt tentang pelarangan sifat sombong, karena kesombongan memiliki dua kekhususan, jika tidak yang paling dalam terhadap sesuatu, maka yang paling tinggi terhadap sesuatu, dengan kata lain merasa yang paling dalam dalam memahami sesuatu, atau merasa yang paling tinggi memiliki sesuatu, sehingga Allah menyebutkan, sekalipun kamu memahami sesuatu dengan sangat dalam, kamu tidak akan mampu menembus pemahaman hingga inti bumi, sekalipun kamu lebih tinggi dari orang lain, kamu tidak akan mampu menjadikan dirimu setinggi gunung-gunung yang menjulan tinggi, karena itulah jangan berlaku sombong.
فأنت محاط بك من فوقك وتحتك وأنت أضعف منهما بكثير ، والضعيف المحصور لا يليق به التكبر فكأنه قيل له : تواضع ولا تتكبر فإنك خلق ضعيف من خلق الله المحصور بين حجارة وتراب فلا تفعل فعل المقتدر القوي : ثم قال تعالى : { كُلُّ ذلك كَانَ سَيّئُهُ عِنْدَ رَبّكَ مَكْرُوهًا{
"Seakan-akan Allah berfirman: “Kamu hanya sebatas dirimu, sebatas apa yang ada diatasmu yang lebih besar, dan sebatas apa yang ada dibawahmu yang lebih luas, dan kamu lemah dari keduanya itu, karena itu tidak pantas kamu berlaku sombong, karena kamu hanya makhluk yang lemah dari apa yang diciptakan Allah diantara batu dan tanah, kemudian Allah berfirman pada ayat setelahnya:
“Sesungguhnya semua itu disisi Allah adalah perbuatan yang tercela yang tidak disukai”. (Tafsir Al-Kabir, dibawah penjelasan surat Al-Isra’: 37)
Dalam ayat lain Allah swt berfirman Mukminun: 46
وَ كَمْ أَهْلَكْنا مِنْ قَرْيَةٍ بَطِرَتْ مَعيشَتَها فَتِلْكَ مَساكِنُهُمْ لَمْ تُسْكَنْ مِنْ بَعْدِهِمْ
"Dan berapa banyak (penduduk) negeri yang telah Kami binasakan, karena kesombongan dan keangkuhan lantaran kenikmatan yang melimpah dalam kehidupan mereka. Itulah tempat kediaman mereka yang tidak didiami (lagi) sesudah mereka (mati)... (Qs. Al Mukminun: 46)
Lantas bagaimanakah seorang muslim bersikap supaya tidak menjadi seorang yang sombong? Sesuai ayat-ayat Al-Qur’an yang telah kita bacakan tadi, terdapat 3 resep dari Allah swt kepada kita untuk kita amalkan:
1. Selalu konsisten menjaga sifat rendah hati
2. Tidak putus asa dan bersedih atas nikmat yang hilang dari diri kita
3. Tidak terlalu gembira atas nikmat yang Allah titipkan kepada kita
لِكَيْلا تَأْسَوْا عَلى ما فاتَكُمْ وَلا تَفْرَحُوا بِما آتاكُمْ
"(Kami jelaskan semua itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput darimu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang Dia berikan kepadamu... (hadid: 23)
Mudah2an tulisan singkat ini ada manfaatnya bagi kita semua, serta menjadikan kita menjadi hamba Allah yang taat dan patuh atas pesan-pesanNya, sehingga kita menjadi orang yang selamat di dunia dan akhirat kelak.[]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
silahkan komentar konstruktif dengan bahasa yang sopan dan bijak, terimakasih